11 Ulama Tuding Pihak Istana Tak Bisa Jaga Rahasia Negara

208
PILARBANGSA.COM, Jakarta – Tim 11 Ulama Alumni 212 menyesalkan beredarnya foto pertemuan Tim 11 Ulama Alumni 212 dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Minggu (22/4/2018). Padahal dalam pertemuan tersebut sudah disepakati untuk tidak dipublikasikan. Sebelummasuk Istana, semua peralatan merekam dan komunikasi tidak boleh dibawa oleh pihak Istana.
 
“Itu artinya pertemuan tertutup. Padahal dari kami minta agar pertemuan itu dilakukan secara terbuka agar semua umat mengetahui adanya pertemuan ulama dengan Presiden,” kata Sekjen Tim 11 Ulama Alumni 212 KH Muhammad al Khaththath saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Rabu (25/4/2018).
 
Al Khaththath menduga ada pihak ketiga yang membocorkan pertemuan tersebut. Dia meminta kepada Istana untuk mengusut tuntas siapa pembocor foto dan berita tersebut.
 
Al Khaththat menilai bocornya pertemuan tersebut merupakan bentuk kelalaian aparat Istana yang tidak bisa menjaga rahasia negara. “Menyesalkan bocornya foto dan berita tersebut yang ditenggarai adanya pihak ketiga yang ingin mengadu domba antara Presiden dan ulama serta umat Islam,” jelasnya.
 
Namun Al Khaththath tidak menjelaskan secara detail jika tuntutan untuk mengusut bocornya pertemuan tersebut tidak dilakukan Istana. Alasannya saat ini Istana belum bekerja untuk mengusut siapa pembocor berita tersebut. “Ya kita tunggu  saja. Jangan ngancam- ngancam begitu,” tegasnya.
 
Hal sama disampaikan Ketua Tim 11 Ulama Alumni 212 Misbahul Anam. Pihaknya menengarai adanya pihak ketiga yang ingin mengadu domba antara presiden dan ulama serta umat Islam. “Kami meminta istana mengusut tuntas bocornya foto dan berita tersebut sebagai kelalaian aparat istana yang tidak bisa menjaga rahasia Negara,” ujar Misbahul di Jakarta, Rabu.
 
Kriminalisasi 
 
Dia menjelaskan, pertemuan tersebut adalah pertemuan yang bersifat tertutup dan tidak dipublikasikan, dan tidak ada wartawan istana yang menyaksikan.
 
“Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi akurat terkait dengan kasus-kasus kriminalisasi para ulama dan aktivis 212. Diharapkan agar Presiden mengambil kebijakan menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212 dan mengembalikan hak-hak para ulama dan aktivis 212 korban kriminalisasi sebagai warga Negara,” ujarnya.
 
Acara konferensi pers dihadiri oleh Sekertaris Muhammad al Khaththath dan sembilan anggota Tim 11 Ulama Alumni 212 Abah Roud Bahar, Slamet Maarif, Usamah Hisyam, Sobri Lubis, Muhammad Husni Thamrin, Muhammad Nur Sukma, Yusuf Muhammad Martak dan Aru Syeif Asadullah.
 
Membantah
 
Juru Bicara Presiden Johan Budi Sapto Prabowo justru mempertanyakan siapa pembocor pertemuan antara ulama alumni 212 dengan Presiden tersebut. “Siapa yang mbocorin?,” tanya Johan melalui pesan WA kepada Harian Terbit, Rabu (25/4/2018).
 
Menurut Johan yang mengutip siaran tertulis dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden mengatakan, pertemuan dengan ulama untuk menjalin silaturahmi sebagaimana yang biasa dilakukan Presiden. Semua itu dilakukan untuk menjalin tali silaturahmi dengan para ulama, habaib, kiai, dan ustaz dari seluruh provinsi yang ada di Tanah Air.
 
Ia mengungkap, pertemuan tersebut diawali dengan salat Zuhur berjamaah dan makan siang bersama. Pertemuan tersebut diharapkan mampu mencari penyelesaian dari persoalan yang ada di tengah masyarakat dan umat secara bersama-sama.
 
Seperti diketahui saat ini beredar di media sosial foto pertemuan ulama alumni 212 dengan Presiden Jokowi di istana Bogor. Dari foto itu diketahui pertemuan tersebut dihadiri enam tokoh yaitu Ketum Parmusi H Usamah Hisyam,  Ketum GNPF Ulama H Yusuf Martak, Ketum PA 212 Ustadz Slamet Maarif, Dewan Syuro Adz Dzikro KH Rouhdul Bahar, Sekjen FUI KH Muhammad Al-Khaththath dan Ketum FPI KH Ahmad Sobri Lubis.
 
Dalam pertemuan ini para Ulama dan Tokoh 212 menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi semua kritik dan saran dengan bahasa yang santun dan ramah. Presiden Jokowi pun membuka diri mendengarkan semua masukan dan berjanji kembali untuk mengambil langkah yang tepat.(hanter/red)

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here