Andra Usmandi, S.Pd M.Pd : Catatan Kecil Sebagai Pegawas UAN Di SMA Painan

448
Foto saat bertamu dikediaman Bupati Pessel
Foto saat bertamu dikediaman Bupati Pessel audensi kegiatan subuh berjamaah

Pilarbangsa.com, Painan – Senin, 10 April 2017 saya mengawas ujian nasional (UN) di SMA 1 Painan Pesisir Selatan. Di sekolah ini saya bertugas menjadi pengawas UN sampai dengan Kamis, 13 April 2017. Bersama beberapa guru dari sekolah lain, kami menyatu menjadi pengawas UN di SMA 1 Painan ini.

Senang sekali bisa mengawas UN di sekolah ini. Baik fasilitas, guru yang profesional, dan pelayanannya sungguh luar biasa. Sayapun dibuat kagum dengan civitas akademika sekolah ini, yang melayani siswa dengan sepenuh hati.

Namun terkadang….
Bad news, is a good news. Berita buruk, justru menjadi berita baik bagi insan pers.

Guru pengawas UN yang tertidur menjadi headline di koran seperti kasus kasus tahun-tahun lalu. Siswa yang tertangkap mencontek, terlihat digiring oleh polisi saat UN di SMA/SMK/MA. Sedih juga menyaksikannya di televisi dan membaca di media sosial tentang kedua kasus di atas. Namun bagi saya, UN yang dilaksanakan oleh sekolah selama saya menjadi pengawas UN, baik-baik saja. Tidak ada siswa yang mencontek bila kita mampu mengawas dengan baik. Tidak ada guru yang tertidur bila para guru menyadari tugasnya sebagai seorang pengawas.

Memang serasa jenuh selama 2 jam menjadi pengawas. Kita hanya diminta mengawasi siswa yang sedang mengerjakan soal UN. Untuk mengatasi kejenuhan, biasanya saya menulis catatan kecil, dan memperhatikan apa yang ada di sekeliling saya. Sedikit mengobrol dengan pengawas lainnya bolehlah, tapi jangan terlalu lama. Sebab bila terlalu lama mengobrol, akan berdampak kurang baik bagi pengawasan yang dilakukan. Bisa jadi di saat guru pengawas mengobrol, anak mencontek tak terdeteksi karena lihainya mereka menggunakan kode-kode rahasia. Di sinilah kejelian seorang pengawas, dalam mengawasi peserta UN.

Setelah daftar hadir terisi lengkap, dan siswa telah selesai menanda tanganinya, biasanya saya cek kembali daftar hadirnya. Khawatir ada siswa yang terlewat dan belum membubuhkan tanda tangan. Saya pun mengecek satu persatu Lembar Jawaban para siswa agar mereka tak salah dalam memasukkan data dan nomor peserta. Khususnya data tentang tanggal dan tahun lahir yang seringkali salah dituliskan menjadi tahun 2017. Kalau sudah begitu, saya tertawa geli melihatnya. Masa ada bayi atau balita yang ikutan UN, hehehe.

Pengalaman menjadi pengawas UN di SMA 1 Painan di hari pertama ini baik-baik saja. Saya melihat anak-anak mampu mengerjakan soal Bahasa Indonesia dengan baik. Semoga nilai merekapun baik dan lulus dengan nilai UN yang tinggi. Bukan hanya nilai tinggi saja yang diharapkan, mereka juga diharapkan mampu mendapatkan perguruan tinggi impian mereka karena mampu mengerjakan soal-soal UN dengan baik dan benar.

Akhirnya, pengalaman UN di hari pertama yang mengesankan ini membuat saya percaya bahwa kejujuran masih dipegang teguh oleh anak-anak kita. Adanya berita-berita miring mengenai UN, semoga presentasinya hanya kecil saja. Kita berharap berita-berita baik juga terekspos, dan menjadi pembelajaran yang baik buat mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.
(Andragogy Usman)

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here