BPTP Lakukan Percepatan Tanam di Sipora Selatan

112

PILARBANGSA.COM, Sioban – Kamis, 9 Agustus 2018 tim L.O BPTP Balitbangtan Sumatera Barat berkunjung ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec. Sipora Selatan untuk melakukan koordinasi percepatan tanam Padi dan Jagung dalam program UPSUS PAJALE. Koordinasi tersebut disambut oleh 8 orang penyuluh pertanian Sipora Utara, perwakilan Koramil Sipora Selatan Kopral Kepala Hendra serta mahasiswa KKN Universitas Andalas Padang yang kebetulan sedang berada di Sipora Selatan.

Dalam pemaparannya, Heru Rahmoyo Erlangga dan Fadli Hendrawan menyampaikan tentang tujuan berkunjung ke BPP Sipora Selatan dan mengunjungi hamparan persawahan serta lahan calon pertanaman jagung untuk mengetahui kondisi pertanaman dan melakukan upaya percepatan realisasi pertanaman padi dan jagung.

Melalui forum diskusi, penyuluh pertanian menyampaikan beberapa informasi terkait kendala dan kondisi lapang yang mereka hadapi antara lain meledaknya hama dan penyakit (walang sangit) di sebahagian besar persawahan yang ada serta alsintan tidak cocok untuk kondisi lahan persawahan pada umumnya lahan rawa/gambut. Selain itu juga disampaikan minimnya ketersediaan kapur pertanian dan pupuk kandang untuk memperbaiki kondisi tanah pertanian apalagi untuk lahan sawah bukaan baru.

Heru Rahmoyo Erlangga menyampaikan perlu dilakukan pengendalian hama penyakit terpadu serta pertanaman padi serentak untuk mengendalikan ledakan hama penyakit tanaman. Selain itu perlu diperhatikan kebersihan lahan pertanian serta perlu membuat perangkap walang sangit seperti yang telah di praktekkan dalam pertemuan sebelum nya.

Selanjutnya kegiatan kunjungan lapang meninjau beberapa lokasi hamparan sawah Simagabru Desa Mara, memiliki potensi tanam 4,5 ha sebahagian besar lahan sudah dibersihkan (metode pertanaman padi ladang, padi disemaian kering/di ladang) dengan menanam Padi Varietas Lokal yang diberi nama petani dengan Padi Empat Bulan. Perjalanan dilanjutkan ke Lahan Sawah Keltan Mautuk Sita dengan potensi tanam padi sawah 12 ha, semaian padi di lahan kering/ladang. Perjalanan selanjutnya terhenti di jembatan Desa Nemnemleuleu karena jembatan rusak/putus, akhirnya tim memutar kembali ke Desa Saurenu Kantor BPP Sipora Selatan mengunjungi Rice Milling Unit (RMU) Keltan Desa Saurenu yang beroperasional setiap hari selasa dan jum’at. Tim melanjutkan mengunjungi hamparan sawah Keltan Harapan yang merupakan sawah bukaan baru sejak tahun 2016 seluas 64 ha namun tidak maksimal dimanfaatkan, untuk musim tanam ke dua tahun 2018 ini tertanam baru 4 ha dari 42 ha yang dapat dimanfaatkan pada tahun ini. Melihat kondisi lahan masih adanya pembangunan saluran irigasi primer dan tersier serta belum optimalnya pengolahan tanah sawah serta belum adanya pemberian kapur pertanian dan pupuk kompos/pupuk kandang sehingga tingkat kesuburan tanah masih kurang.

Menyusuri perjalanan pulang ke Tuapejat, tim singgah di Hamparan Sawah Keltan Roreikam Desa Saurenu yang baru melakukan pemanenan seluas 5 ha dari 7 ha hamparan sawah nya. Direncanakan akhir Agustus ini akan melakukan pertanaman kembali. Melanjutkan perjalanan menuju Hamparan Sawah Panepuan, tim menemukan potensi tanam padi sawah seluas 3 ha dari 5 ha sawah yang ada. Dilanjutkan ke Hamparan Sawah Arau yang memiliki potensi tanam 7 ha yang telah di bersihkan untuk persiapan tanam pada 2 minggu kedepannya.

Memasuki Kecamatan Sipora Utara, tim menemukan Hamparan Sawah Keltan Bulek Pasese yang sedang tanam serta telah melakukan pembersihan lahan sawah seluas 8 ha. Sedangkan untuk Hamparan Sawah Bawah Bukit tampak 2 ha sawah siap untuk ditanaman dalam minggu ini.(hre)

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here