Diduga Diselundupkan, Di Solok Pupuk SP36 Berkisar Rp.200.000 Per Karung

503
Pupuk SP36, salah satu pupuk bersubsidi yang dijual mencapai Rp.200.000,-/Karung Photo : Dok. Istimewa

Pilarbangsa.com, Solok,-Trending disosial media soal adanya dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi yang merugikan petani di Kabupaten Solok membuat Bupati Solok meradang. Ia mengatakan telah menerima info tersebut dari wartawan yang meliput di Kabupaten Solok melalui tulisannya di media massa.

“Saya sudah dapat info dari kawan-kawan wartawan yang biasa meliput di Kab. Solok dan juga melalui media cetak ataupun media online mengenai adanya dugaan penyelundupan pupuk subsidi, saya risih karena selalu ditanya soal itu oleh sebab itu saya akan cross chek dan turunkan team kelapangan”, kata Bupati Solok, H. Gusmal, Rabu (5/7).

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin juga mengaku telah mendapat laporan dugaan penyeludupan pupuk subsidi tersebut, namun dirinya berharap agar masyarakat tidak perlu cemas karna Pemkab Solok akan segera menindaklanjuti informasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui sosial media itu.

“Saya dan Pak Gusmal sudah menerima banyak laporan tentang dugaan penyelundupan pupuk subsidi dan melonjaknya harga pupuk di Kab. Solok, nanti akan kita tindaklanjuti. Namun, saya harap petani sabar karena kita sedang mengusahakan. Sampai saat ini, saya belum menerima laporan tertulisnya dan team yang kelapangan juga sedang kita siapkan. Kalau ada yang menemukan kejanggalan dalam pendistribusian pupuk jangan segan-segan melaporkannya, pasti kita beri sanksi dan kita tindak tegas”, jelas Wabup Solok.

Zul Heimi, salah satu petani di Taratak Pauah Kec. Lembah Gumanti Kab. Solok berterimakasih kepada Wakil Bupati Solok yang telah memperjuangkan harga bawang yang anjlok namun ia berharap ada tindaklanjut dari pemerintah daerah kabupaten solok untuk menyelesaikan persoalan pupuk subsidi yang dinilai sangat tidak wajar.

“Saya berterimakasih kepada pak Wabup, karna memperjuangkan harga bawang ke Perum Bulog Jakarta. Baru saja Pak Wabup ke Jakarta harga bawang sudah Rp.20.000,-/Kg”, tulis Zul Heimi dikomentarnya dalam Group Facebook Empat Pilar Pembangunan Kabupaten Solok, Rabu (5/7) malam.

Namun, dalam penggalan komentarnya, ia mengkritisi Menteri Pertanian RI sembari berterimakasih lantaran harga pupuk yang tidak wajar.

“Sangat besar rasa terimakasih kami kepada Bapak Menteri Pertanian karna harga pupuk subsidi yang katanya Rp.105.000,-/sak (karung,-red) sekarang sampai Rp.200.000,-/sak, SP36”, lanjut Zul Heimi dikomentarnya.

Beberapa waktu lalu, dihadapan Wakil Bupati Solok, Zul Heimi mengatakan surat karantina yang dikeluarkan BPP di Alahan Panjang dihargai Rp. 25.0000,-/lembar. Dia mengatakan bahwa surat karantina itu harus diambil karna jika tidak dirinya khawatir bawang yang dibawa petani keluar daerah dianggap bawang selundupan.

“Surat karantina yang dikeluarkan oleh BPP di Alahan Panjang kepada pedagang bawang yang hendak membawa bawang keluar daerah dijual Rp.25.000,-/lembar. Namun tidak ada kwitansi Dari BPP yang diterima oleh pedagang yang membayar surat karantina, apakah pungutan itu dibolehkan, pak ?”, tanya Zul Heimi kepada Wakil Bupati Solok di Rumah Dinasnya beberapa waktu lalu.

Wakil Bupati yang heran dengan temuan pedagang itu langsung meminta ajudannya untuk cross chek dan memberikan laporan kepadanya, kepada Zul Heimi Wabup menjanjikan akan memproses informasi itu.
“Tolong cari tahu kebenaran info dari pak Zul Heimi ini, kalau ini benar akan kita proses, nanti setelah kembali saya membahas kerjasama dengan Perum Bulog di Jakarta kita agendakan untuk bertemu petani dan pedagang agar setiap msalah ini ada solusinya, kalau memang ada pungutan liar kita akan tindak tegas,tidak ada kompromi”, kata Yulfadri Nurdin

Menanggapi informasi itu, AKBP. Reh Ngenana Depari selaku Kapolres Solok turut angkat bicara. Kapolres perempuan itu mengaku belum mendapat laporan dari masyarakat namun pihaknya (Kepolisian,-red) akan segera cross chek informasi itu.

“Kami di Kepolisian belum melihat surat itu dan belum mendapat laporan dari masyarakat, namun akan kami chek kebenarannya”, kata Kapolres Solok, AKBP. Reh Ngenana Depari.-***(Risko/PB)

 

 

 

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here