DPR Kutuk Keras Penganiayaan Terhadap Ulama

330

PILARBANGSA.COM, JAKARTA – Anggota DPR RI Reni Marlinawati mengatakan mengutuk keras kekerasan dan penganiayaan yang menimpa Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Bandung Barat, KH Umar Basri. Apalagi penganiayaan dilakukan saat kiai tengah melakukan dzikir usai melaksanakan ibadah salat Subuh pada Sabtu (27/1/2018) lalu.

“Kami meminta masalah tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian. Kami secara khusus meminta Polda Jawa Barat memberi perhatian atas kasus tersebut.  Polisi diharapkan bekerja profesional, transparan dan cepat. Penanganan kasus yang cepat oleh Polri diharapkan dapat membuat jernih kasus tersebut. Jangan ada kesan polisi lambat dalam menangani perkara yang menimpa ulama,” tandas Reni dalam berita rilisnya kepada Parlementaria, Senin (29/1/2018).

Politisi F-PPP itu menegaskan, peristiwa kekerasan yang menimpa  KH Umar Basri agar menjadi peristiwa pertama dan terakhir. Tidak boleh ada aksi kekerasan dilakukan oleh siapapun atas nama apapun terhadap siapapun terlebih menimpa seorang ulama.  Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan pengungkapan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.

“Kami meminta aparat kepolisian untuk menjaga kondusifitas Jawa Barat khususnya dalam menyambut pelaksanaan Pilkada yang akan datang. Peristiwa kekerasan yang menimpa ulama ini harus menjadi perhatian dan sinyalemen atas keamanan di Jawa Barat, khususnya dalam menghadapi Pilkada mendatang,” pungkasnya. (DPRRI/red)

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here