Efek Pembantaian Kasus di Papua, Selandia Baru Beri Peringatan Warganya soal Bepergian ke Papua

69

PILARBANGSA.COM, Jakarta – Puluhan pekerja proyek Trans Papua dibunuh kelompok tak dikenal, Minggu, 2 Desember 2018. Pembunuhan tersebut terjadi di Kali Igi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

“Tiga puluh satu orang meninggal dunia,” kata Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Papua AKBP Suryadi Diaz kepada JawaPos.com, Senin, 3 November 2018.

Selain itu, Diaz turut menambahkan, 31 pekerja tewas pada waktu yang berbeda-beda. Sebanyak 24 orang dibunuh pada 1 Desember 2018, sementara tujuh orang lainnya dibunuh di hari berikutnya.

Seiring insiden keamanan yang menimpa warga sipil itu, pemerintah Selandia Baru memberikan peringatan kepada warganya terkait bepergian ke Papua. Imbauan itu disampaikan lewat laman yang berisi saran resmi untuk warga Selandia Baru yang tinggal dan yang akan bepergian ke luar negeri.

Seperti dilansir dari safetravel.govt.nz, Selasa, 4 Desember 2018, peringatan itu berbunyi, “Hindari perjalanan yang tidak penting ke provinsi Papua dan Papua Barat karena kerusuhan sipil dan risiko penculikan.”

Peringatan pemerintah Selandia Baru lain juga ditulis dalam poin selanjutnya soal situasi keamanan tidak dapat diprediksi dan adanya risiko penculikan di Papua. Ketegangan politik yang terkait dengan kelompok anti-pemerintah dan persaingan lokal dapat menyebabkan bentrokan dengan kekerasan. [liputan6/red]

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here