Hasil Sidang Isbat: 1 Syahwal Jatuh Pada Hari Jum’at 15 Juni 2018

152

PILARBANGSA.COM, Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menetapkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Idul Fitri tahun ini pada Jumat, 15 Juni 2018, besok. Keputusan itu diambil setelah mereka menggelar sidang isbat di Auditorium Kemenag, Thamrin, Jakarta, pada Kamis, 14 Juni 2018.

“Seluruh peserta sidang isbat bersepakat dan juga setelah mendengarkan pertimbangan Ketua Umum MUI (KH Ma’ruf Amin), sidang isbat telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1439 Hijriah jatuh pada hari Jumat tanggal 15 Juni 2018,” kata Lukman dalam konferensi pers.

Lukman mengatakan besok umat muslim tidak lagi berpuasa. Seluruh umat muslim di tanah air akan menunaikan Salat Id.

“Dan dengan demikian kita secara bersama-sama memasuki 1 Syawal tahun ini dengan kebersamaan dan mudah-mudahan hikmah yang kita dapatkan adalah sesuatu yang sangat besar berkahnya bagi kita yang telah diturunkan Allah SWT. Kebersamaan umat muslim mudah-mudahan tetap kita jaga, kita rawat bersama, sehingga energi positif yang ada di umat ini bisa untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Lukman sendiri atas nama Menteri Agama menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat muslim di tanah air. Dia berharap semua umat muslim diberkahi Allah SWT, mampu kembali ke jatidiri kemanusiaan. “Mudah-mudahan kita tergolong orang-orang yang menang, menahan hawa nafsu kita,” tutur dia.

Sebelum menetapkan 1 Syawal 1439 Hijriah jatuh pada 15 Juni 2018, Lukman menuturkan bahwa sidang isbat diawali dengan pemaparan tim falakiah Kemenag terkait posisi hilal di seluruh wilayah di tanah air bahkan dari berbagai wilayah negara lain di dunia.

“Sebagaimana yang telah dipaparkan tadi posisi hilal adalah di antara 6 derajat 4 menit sampai dengan 7 derajat 34 menit dari seluruh wilayah tanah air ini,” kata Lukman.

Menteri asal Partai Persatuan Pembangunan itu mengatakan informasi perhitungan hisab itu dikonfirmasi oleh sejumlah pelaku rukyah yang tahun ini Kemenag menempatkan petugas-petugasnya yang bertugas di bawah sumpah untuk melakukan rukyatul hilal, tidak kurang di 97 titik, di seluruh wilayah tanah air dari Aceh sampai Papua, Jawa Timur terbanyak ada 23 titik, Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh ada 7 titik, Kalimantan Selatan, dan lain-lainnya.

“34 provinsi di tanah air, setiap 1 provinsi ada satu titik,” ujarnya.

Kemudian, mereka menerima 12 kesaksian pelaku rukyatul hilal yang pada kenyataannya jauh lebih banyak. Antara lain kota Palu, Gresik, Jatim, Yogyakarta, Jakarta Utara. “Kedua belas pelaku rukyah yang bertugas di bawah sumpah, seluruhnya menyatakan kesaksiannya telah melihat hilal,” tutur Lukman Hakim. [viva/red]

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here