Infrastruktur Yang Terabaikan

459

Pilarbangsa.com, Solok –  Jalan yang bagus akan mendukung perekonomian penduduk sekitar. Ini bukan omong kosong lagi. Menjelang pesta Demokrasi ucapan ini sering disampaikan oleh para calon pemimpin agar dapat menarik minat para masyarakat.

Selain jalan, juga ada jembatan yang memiliki peran yang sama. Jika ada jalan tapi tidak ada jembatan ibarat “LENSA TANPA KAMERA”. Ini menjadikan pembangunan di suatu Kabupaten harus sempurna agar dapat menjadi suatu kesatuan yang utuh, serta menghubungkan suatu daerah ke daerah lain.

Kegiatan ekonomi yang tinggi menjadi alasan untuk pembuatan jalan yang layak digunakan, hingga semuanya dapat dikatakan baik. Jadi beruntunglah bagi masyarakat di daerah tersendiri, seperti 85% jalanan di jakarta yang layak dilewati.

LALU BAGAIMANA PEMBANGUNAN di Kabupaten Solok?’

Jalur Lintas Sumatera (Solok – Solok bagian Selatan) sepanjang 80’an Kilometer yang kondisinya rusak parah?? Saya dan anda pasti sudah pernah melintas dijalur tersebut, dan merasakan seperti apa melintas dijalan itu. Disini hanya jalan negara saja yang kondisinya mulus, lebih mulus dengab beberapa lubang. Jarang ada lubang besar, tapi ada juga jalan tanpa lubang, berdebu dimusim panas, berlumpur ketika hujan.

Kabupaten Solok salah satunya, yang merupakan Kabupaten pemekaran Kabupaten Solok Selatan. Jika anda melalui jalan negara, anda akan menikmati perjalanan mulus tanpa lubang. Disisi lain, banyak jalan dengan keadaan yang berbeda, semakin jauh dari pusat kota maka semakin buruk keadaannya. Saya merasa keadaan ini diabaikan dan seolah dianggap tidak penting bagi pemerintah. Padahal dijalan itu tercipta perekonomian masyarakat sekitar.

UNTUK APA MEMBERI PEMBANGUNAN YANG PENGERJANNYA SETENGAH – SETENGAH?

Jelas sudah pembangunan itu diberikan tidak ikhlas oleh pemerintah. Jangankan setahun, sebulan pun aspla jalan nya sudah rusak parah, buang-buang uang uang saja. Proyek pembangunan selalu saja terfokus pada pusat ibu Kota Kabupaten. Yang namanya pejabat pasti ingin selalu mendapatkan fasilitas lebih dahulu, giliran rakyatnya selalu terbelakang. Tapi memang begitu nyatanya, sama seperti pelebaran jalan bisa dibilang nanggung. _Kenapa?_

Sejujurnya suatu pembangunan infrastruktur yang baik itu adalah yang tepat guna, dengan mengutamakan kualitasnya. Kalau yang bagus semakin diperbagus, maka yang rusak pasti semakin rusak.

APA SELALU SEPERTI INI RENCANA PEMBANGUNAN KITA?

Jalan Kabupaten yang sudah rusak parah, lalu di tambal sendiri oleh masyarakat atau warga dengan tanah, batu, itukah cara terakhir pemerintah yang tidak peka dengan keadaan sekitar? Kapan pembangunan di daerah ini akan merata? Semakinjauh dari kota malah semakin jauh dari kata sejahtera.

Saya yakin, masih banyak jalan di daerah pinggiran yang terasingkan oleh pemerintah.***

( *Nadya Novelisca/ Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMMY Solok*)

 

 

 

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here