Jual Jeroan Bangkai Anjing, Seorang Warga Dibantul Diciduk Polisi

285

PILARBANGSA.COM, BANTUL – Salah seorang warga Kabupaten Bantul, Yogyakarta dicokok polisi. Ia ketahuan menjual jeroan dari bangkai anjing dan daging ayam tiren.

Sukardi, warga Rt 01 Dusun Plemantung, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul diamankan di Mapolsek Bambanglipuro. Ia akan dimintai keterangan lebih lanjut setelah bisnis jualan jeroan bangkai anjing dan daging ayam tirennya terendus polisi. Rumah Sukardi digerebek dan ia dibawa ke kantor polisi.

Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Sukardi telah melakukan bisnis tersebut selama puluhan tahun. Sebelumnya Sukardi sempat berjualan sengsu (sejenis masakan dari daging anjing) namun sudah berhenti.

Menurutnya, warga setempat sudah mengetahui lama terkait bisnis Sukardi tersebut namun tak pernah mengambil sikap tegas. Pasalnya, Sukardi pernah diingatkan namun malah bersikap arogan. Sejak itu, warga sekitar enggan mengingatkan kembali.

“Prinsipnya kalau memang tidak bergesekan dengan kita ya terserah. Tapi sudah pada tahu kalau dia jualan daging itu. Tanya saja di Pasar Barongan, Bu Ponirah, semua juga sudah tahu,” katanya saat ditemui di sekitar rumah Sukardi, Kamis 28 Desember 2017.

Kasi Kesehatan Keliling Dinkes Bantul Yanatun mengatakan, pihaknya telah mengambil satu plastik jeroan anjing yang tengah diolah sebagai sampel. Namun ia menyebut hal ini bukanlah kewenangannya, namun merupakan kewenangan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan karena terkait hewan potong. Oleh sebab itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait.

Namun Yanatun mengatakan, secara kasat mata lokasi produksi tersebut tak layak digunakan karena tidak ada ventilasi dan sangat kotor. Menurutnya, daging dan jeroan tersebut tidak layak dikonsumsi manusia. “Sekarang kami belum dapat ambil kesimpulan. Tapi kasat mata tidak ada bahan tambahan seperti formalin. Namun tetap saja tak layak jika memang diperjualbelikan,” ujarnya. (viva)

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here