Judi Jackpot Marak Di Surantih

322


Pilarbangsa.com, Painan 
– Permainan judi Jackpot, atau yang akrab dengan sebutan mesin Dindong di kalangan masyarakat, belakangan ini peredarannya semakin meresahkan warga Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Bahkan, mesin jackpot ini bisa berada di sejumlah tempat yang dianggap mudah dijangkau oleh peminatnya.

Berdasarkan sumber Haluan yang enggan disebutkan namanya, mesin-mesin jackpot itu dimiliki oleh seorang bandar yang berpengaruh diwilayah tersebut, kemudian sang penyedia mesin ini, membangun sejumlah jaringan melalui kaki tangan yang telah dirangkulnya.

Mirisnya permainan judi koin tersebut, sudah mulai memasuki lingkungan sekolah yang ada di Kenagarian Surantih, Kecamatan Sutera. Namun, masyarakat tidak dapat berbuat apa-apa, karena usaha judi Dingdong tersebut, milik “Orang Bagak” dan dilindungi sejumlah oknum.

“Saya selaku orang tua, tentu sangat resah dan khawatir dengan adanya mesin Dindong itu. Sebab, anak saya masih sekolah. Akhir-akhir ini, anak saya sering mintak uang tambahan dengan alasan untuk beli buku. Namun, setelah saya tanya kepada temannya, ternyata uang itu digunakan untuk judi Dingdong,” terangnya kepada Haluan, Minggu (7/5).

Lebih lanjut dikatakannya, semenjak adanya judi Dindong itu, warga mengaku sering kehilangan ternaknya, seperti ayam, kambing dan sebagainya. Sehingga warga menduga kejadian itu, sangat erat kaitannya dengan beroperasinya judi Dindong tersebut.

“Bahkan parahanya lagi, judi Dingdong itu sudah mulai berada di lingkungan sekolah yang jaraknya hanya bersebelahan dinding pembatas sekolah saja. Entah kenapa pihak kepolisian tidak bisa melacak keberadaan judi Dingdong yang sudah masuk ke lingkungan sekolah tersebut,” ungkapnya dengan heran.

Dikatakannya, hampir seluruh sekolah yang ada di Kenagarian Surantih, Kecamatan Sutera, ditempatkan mesin judi Dingdong tersebut. Mulai dari SD, SMP, dan SMA. Bahkan pada waktu jam sekolah, sejumlah pelajar sering terlihat bermain judi Dindong dengan uang koin senilai Rp1.000.

Menurutnya, keberadaan judi Dingdong itu sudah berada sekitar empat bulan di daerah tersebut. Sebelumnya, masyarakat ingin melaporkan ke pihak kepolisian setempat (Polsek Sutera), namun karena diketahui milik “Orang Bagak” akhirnya masyarakat mengurungkan niatnya untuk melapor ke pihak kepolisian. Karena takut akan menjadi ancaman bagi mereka sendiri.

Terkait kondisi seperti itu, ia mewakili masyarakat setempat berharap agar pihak kepolisian turun langsung ke lapangan untuk melihat mirisnya kondisi lingkungan sekolah yang ada di Kenagarian Surantih, kecamatan Sutera. Bahkan semenjak adanya mesin Dingdong itu. Masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa, sebab takut dan khawatir akan munculnya ancaman.

“Jika Polisi tidak segera bertindak, maka nasib anak-anak yang ada di kecamatan Sutera ini, semangkin parah. Hal itu bukan menyangkut masalah judi saja, di sisi lain aksi maling pun marak terjadi, seperti maling motor, ternak, bahkan uang simpanan dalam rumah pun sering raib entah kemana,” katanya dengan nada kesal.

(h/mg-kis)

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here