Kandasnya KM Lestari, Menelan Korban Meninggal Capai 34 Orang

68

PILARBANGSA.COM, Jakarta – Korban meninggal dalam insiden kandasnya feri KM Lestari yang melayani pelayaran dari Pelabuhan Bira Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata Selayar, kini mencapai 34 orang.

Sejumlah balita dan anak-anak turut menjadi korban. Hingga Rabu siang, 4 Juli 2018, sudah 34 jenazah yang berhasil dievakuasi.

Divonis kapal tenggelam karena mesin mati secara tiba-tiba di tengah lautan lepas. Kapal ini dari pelabuhan poto tano menuju kayangan. Kejadian berlangsung mulai dari pagi hingga siang tadi. Salah satu dari senior HMPS PBSI, mengambil vidio ini dan mengingatkan pada penumpang untk istigfar agar tetap tenang dan tidak lupa kepada sang kholik. Para penumpang menangis terutama bagi perempuan. Begitu histerisnya kejadian ini dan mengerikan. Besok di kampus pasti heboh mendengar cerita teman-teman yang menjadi korban musibah ini. Saya pun sampai menangis melihat stori para penumpang yg satu kampus dengan saya. Kuasa Allah, kapal tersebut sampai pula di pelabuhan kayangan lombok timur. Allah masih melindungi mereka semua. Allah maha baik, masih memberikan kepada kita semua untuk memperbaiki iman itu sebab Allah menyelamatkan penumpang dengan hidupnya mesin kapal kembali sehingga kapal bisa sampai di pelabuhan. Vidio ini direkam saat peristiwa sudah tenang namun, hanya saja penumpang perempuan masih menangis krn panik, takut dan semoga tdk trauma. Istilah pepatah, "Sedia payung sebelum hujan". Itu sebab, para penumpang menggunakan plampung sebagai kewaspadaan. Teman" yg dari flores, bima dan sumbawa, harap jgn lupa diri dan banyak berdoa serta berzikir. kejadian ini mengingatkan saya pada kejadian beberapa bulan yang lalu. dari pelabuhan bangsal ke gili trawangan saya menggunakan bud yang jauh berbeda dengan kapal besar ini. di tengah laut, tiba" mesin mati dan alhamdulillah mesin bisa hidup. saya teriak nangis sambil memanggil ibuk. dari kejadian itu hingga sampai di gili trawangan, saya tdk melepaskan tangan di jendela hingga nunduk dan tidak bergerak sama sekali bahkan gamis dan jilbab saya basah kuyub akibat hantaman ombak. bayangkan, tdk ada plampung yg kami gunakan, hanya pasrah, berdoa dan tawakkal serta berusaha. bagaimana tdk, saat itu kami nekad ke gili trawangan dgn cuaca buruk (ombak besar, angin kencang dan musim hujan) ini mending kapal, yang saya tumpangi bud kecil loh ! Saudara saudariku, kita hanya bisa melihat vidio ini dan berkomentar tapi bayangkan jk kita berada dalam situasi yang sama, kita jg akan melakukan hal yang sama sebagai manusia biasa. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali dan semoga sellu dalam lindungan Allah amin. Takbir…. Allahu Akbar !!! Ingat, Allah tidak menciptakan manusia dan jin melainkan untuk beribadah kepada Nya ! Sahabat muslim, maut selalu dekat dengan kita. Siapa sangka, kejadian sakral ini ada dalam kehidupan kita dan kita tdk tau musibah apa lagi yg akan terjadi. Wallahu alam bissawwab. Mungkin juga ini sebuah teguran bisa juga cobaan untuk kita semua agar selalu memberi dan mengasihi, lebih-lebih mengingat sang Ilahi serta bersyukur pada Nya. Setiap hal, pasti ada balasannya. Yakinlah, dibalik kejadian ini, ada ribuan hal baik yang Allah selalu beri pada kita semua 😊 . Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar !!!

Yiyis Hamid 發佈於 2018年6月24日星期日

Menurut Humas Basarnas Makassar, Hamsidar, proses pencarian dilakukan hingga Rabu dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita.

“Tadi malam, 29 korban yang meninggal berhasil dievakuasi. Pagi tadi, ada empat jenazah yang ditemukan dan beberapa jam kemudian ditemukan satu lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah jenazah ditemukan jauh dari lokasi kandasnya KM Lestari Maju, Pantai Pa’baddilang Selayar. Diduga kuat, korban terseret arus laut. “Ada beberapa yang ditemukan di lokasi berbeda,” katanya.

Berikut ini, korban meninggal yang dievakuasi  ke RSU KH. Hayyung:

1.  Hari Laksono, alamat Jalam Jeruk (Kepala ASDP Pamatata)
2.  Drs. Rurung (51), alamat Jalan Mangga Benteng
3.  Hj. Marlia (44), alamat Jalan Mangga Benteng
4.  Hj. Amawati (43), alamat Desa Laiyolo Kec. Bontosikuyu.
5.  Sitti Saerah (58), alamat Desa Onto Kec. Bontomatene.
6.  H. Abd. Rasyid, alamat Jalan Jend. Ahmad Yani Benteng
7.  Rini Nurianti (29) alamat Bonea Kecamatan Benteng Kepulauan Selayar.
8.  Abizar (2), alamat Bonea (anak Rini Nurianti)
9.   Rosmiati, umur 40 tahun, alamat Jalan Manga Benteng
10.  Demma Ganrang, umur 45 tahun, alamat Kalaroi Kec. Bontomatene
11.  Andi Le’leng, umur 47 tahun, alamat Baringan Kec. Bontosikuyu
12.  Syamsuddin, umur 50 tahun, alamat Jalan Pierre Tendean Benteng
13.  Hensi, umur 64 tahun, alamat Baringan Kecamatan Bontosikuyu
14.  Ati Mala, umur 58 tahun, alamat Baringan Kec. Bontosikuyu
15.  Denniamang, umur 74 tahun, alamat Lambongan Kec. Bontomatene
16.  Marwani, umur 46 tahun, alamat Sappang Herlang Singa
17.  Hj. Salmiah, umur 55 tahun, alamat Kab. Sinjai.
18.  A. Abd. Rasyid, umur 42 umur, alamat Jalan Pahlawan Benteng Selayar
19.  Suryana, umur 55 tahun, alamat Bonehalang Kecamatan Benteng.
20.  Dempa, umur 50 tahun, alamat Kalaroi Kecamatan Bontomatene
21.  Nurlia, umur 64 tahun, alamat Batangmata Sapo Kecamatan Bontomatene
22.  Andi Junaeda, umur 70 tahun, alamat Bone
23.  Norma, umur 50 tahun, alamat Benteng Somba Opu.
24.  Ningsih, umur, alamat Cinimabela (Takalar/Galesong)
25.  Haidir, umur 2 tahun, alamat Cinimabela (Takalar/Galesong), anak dari Ningsih
26.  Kartini, umur 60 tahun, alamat Cinimabela Desa Parak Kecamatan Bontomanai selayar
27. Siti Baedah, umur 55 tahun, alamat Desa Baraklambongan Kecamatan Bonto Matene Selayar
28. Jumbrah, alamat 50 tahun, Kecamatan Bontomanai Selayar
29. Mayat perempuan usia 50-60 tahun tanpa identitas
30. Anjel, 8 Thn, Cinimabela, Takalar
31. Andi Fitri Yuliana, 3 tahun, Jalan Mangga
32. Andi akifa, 8 tahun, Bone
33. Andi Hanifa, 9 tahun Bone
34. Andi Patta Daeng, 60 tahun, Lambongan Kecamatan Bontomatene. (viva/red)

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here