KSPI Sangat Dukung #Gantipresiden2019

150

PILARBANGSA.COM, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sangat mendukung gerakan tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden.

Demikian disampaikan Deputi Presiden KSPI, Muhammad Rusdi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (12/4).

“Kami 2019 nanti memang kami, memang kami sangat mendukung sekali setuju dengan gerakan ganti presiden 2019. Karena era Jokowi ini kondisi bekerja di Indonesia ini makin buruk,” tegasnya.

Padahal, lanjut Rusdi, semasa kepemimpinan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah ada perbaikan atas kesejahteraan kaum buruh.

“Upah minimum naik sekitar 60 persen, 40 persen. Bahkan statement Pak SBY meninggalkan upah murah,” jelasnya.

Hal ini dinilainya karena tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen semasa pemerintahan SBY. Berbeda dengan saat ini yang pertumbuhan ekonominya di kisaran 5 persen, jauh dari janji kampanye Jokowi yang 7 persen.

“Di era Pak Jokowi, malah menurunkan tingkat kesejahteraan kaum buruh. Di era kaum buruh ini kita merasakan bekerja tapi malah miskin,” terangnya.

Diakuinya memang Jokowi sempat menaikkan upah buruh. Tapi kenaikan itu tak sebanding dengan “kado pahit” yang diberikan, yakni kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 130 persen. Sementara upah buruh hanya naik rata-rata sampai dengan Rp 300 ribu, bandingkan dengan TDL yang berkisar Rp 150 ribu sampai Rp.500 ribu untuk kalangan menengah ke bawah.

“Jadi sebetulnya secara ekonomi dan ketenagakerjaan Pak Jokowi gagal,” demikian Rusdi.[sumber]

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here