Mantan Wakasad Letjen Purn Surya Probowo Ternyata Masih Belum Paham Seluk Beluk Dunia Jurnalistik

294

Pilarbangsa.com. Jakarta

Selembar foto bisa mengungkapkan berita, foto tersebut yang dalam bahasa sederhananya rekan rekan wartawan menjulukinya dengan sebutan berita sebuah foto. Foto news yang bagus itu apabila semua orang bisa membacanya meskipun tanpa dibarengi teks pada foto tersebut.

Coba anda perhatikan baik baik foto diatas, saya dan anda akan sepakat mengatakan difoto itu sejumlah laki laki dan wanita rata rata masih muda, dengan posisi masing masing berdiri, dan banyak yang duduk sambil memegang HP.

Selintas jika kita lihat foto diatas itu,  kita tidak mengetahui secara pasti sedang mengapa mereka, dimana ? dalam sebuah acara apa.

Ow… Itu mah foto wartawan lagi mengabadikan sebuah acara? Mungkin begitu jawaban anda? Jawaban anda itu betul, tidak meleset sedikitpun. Tapi jawaban anda itu tidak akan sama jika saya tanya pada orang lain yang tidak mengerti atau belum pernah melihat foto yang sperti ini.

Bisa saja foto seperti ini akan dijawab oleh cucu saya Aura berumur 4,5tahun, foto diatas adalah foto teman papinya ( cucu saya manggil adik papanya papi) lagi nyante.

Artinya apa? Itu tandanya foto tersebut belum bisa dikatakan foto news yang bagus. Foto news yang bagus  apabila semua orang dapat menceritakan foto dengan cerita yang sama.

Adalah mantan Wakasad Letjen Purn Suryo Prabowo, dia memposting dilaman Facebook foto diatas. Foto tersebut dia beri judul;

           Hilangnya ETIKA bangsa

Kemudian mantan Wakasad ini menulis; Ketika TNI sedang melakukan upacara militer dan melakukan PENGHORMATAN dengan hikmat. PANTASKAH bila orang-orang seperti ini yang mengaku awak media bersikap seenaknya sambil “bermain” HP.

Bila bangsa kita tidak bisa menghormati bangsanya sendiri. Jangan harap bangsa lain akan mengormati kita.

Cilakanya kita justru banyak yang senang diperbudak bangsa lain untuk melecehkan dan menjajah bangsanya sendiri.

Berkaitan dengan pernyataan Letjen Purn Suryo Prabowo ini hanya sedikit saja komentar saya.  Bapak ini nampaknya belum banyak mengerti seluk beluk dunia jurnalistik. Dan dia belum tahu banyak  bagaimana cara kerja seorang wartawan mendapatkan berita yang akan disajikan  kepada pembacanya…..

Seandainya juru foto yang mengabadikan pengibaran Sang Saka Merah Putih pertama dikibarkan di bumi Pertiwi,  ikut mengambil sikap hormat dan tidak berani mencari posisi yang tepat ketika membidikkan kamera tustelnya apa jadinya kita Jendral…. Heheheh.

Siap Jendral…
Yuharzi Yunus

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here