Pemerintah Diminta Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa (KLB) Bagi Suku Asmat

267

PILARBANGSA.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Halim mengharapkan, Presiden Jokowi segera memanggil Menteri Sosial sepulang dari kuniungan ke Suku Asmat dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah untuk menyatakan status kejadian luar biasa (KLB).

“Itu harus dilakukan, setelah menerima laporan kemudian segera mengeluarkan PP-nya,” ujarnya Selasa (23/1/2018) di Jakarta, menanggapi kejadian luar biasa Suku Asmat yang mengalami gizi buruk dan wabah penyakit.
 
Menurut Abdul Halim, kasus Asmat ini memang sudah KLB, banyak yang meninggal, badan kurus kering. Kasus ini perlu segera diatasi oleh Kemensos sebagai leading sector-nya.
 
Sebelumnya, kata Halim, Mensos telah dipanggil Presiden untuk segera mengatasi KLB Asmat berkoordinasi dengan Kapolda, TNI dan sudah beberapa daerah ditangani yakni 7 kelurahan dan 2 kecamatan soal kekurangan gizi di Asmat ini.
 
Masalah KLB Asmat, menurut politisi PPP dari dapil Banten ini memang harus diselesaikan bersama-sama. Bukan hanya Kemensos, tetapi lintas kementerian dan parlemen juga harus dilibatkan lintas Komisi VIII dan IX memang harus turun ke lokasi.
 
Ia menyayangkan, penanganan kasus itu terlambat, mestinya tidak harus muncul banyak korban, apalagi di lokasi ada dinas kesehatan, aparat kelurahan, kecamatan, serta bupati dan gubernur, mengapa bisa terjadi.
 
Ditanya apakah pemerintah kecolongan, ia menyatakan kasus itu sudah lama. Kalau kekurangan gizi, sudah ada posyandu dan puskesmas, kenapa sampai ada korban cukup banyak. Yang juga dipertanyakan peran RW yang sudah ada posyandu, kelurahan atau kecamatan sudah ada puskesmas dan RSUD di tingkat kota. “Ini bukan kecolongan lagi, kecolongan yang luar biasa,” ia menjelaskan. Makanya dengan status KLB ini harus diatasi secepatnya.
 
“Leading sector-nya Kemensos, tapi semua pemangku kepentingan dilibatkan. Saya bersyukur Mensos sudah turun, Kapolda juga serius, TNI juga sudah turun. Ini perlu ditingkatkan jangan sampai tambah korban lagi,” pungkasnya. (DPRRI/red)

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here