Penangkapan Aktivis HMI Ciderai Kebebasan Menyampaikan Pendapat

127
Ilustrasi

PILARBANGSA.COM, Bengkulu – Aksi penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian atas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menuai protes.

Ketua Bidang Politik PB HMI Abdul Azis MN mengecam keras atas tindakan arogan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada kader HMI Cabang Bengkulu dan Ketua Presidium KAHMI Provinsi Bengkulu.

“Saya prihatin atas tindakan represif itu. Sebagai pengurus PB yang juga turun langsung bersama masa aksi di Bengkulu, menyatakan dengan tegas bahwa arogan itu merusak demokrasi dan menciderai hak kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/9).

Aziz meminta kepala Polri mencopot kepala Polda dan kepala Polres Bengkulu. Sebab tidak mampu mengendalikan pasukannya di lapangan.

“Kader HMI sebagai manusia diperlakukan seperti binatang. Dipukuli, diinjak-injak seperti bukan manusia,” tuturnya.

PB HMI memastikan akan ada aksi lanjutan lebih besar yang melibatkan elemen mahasiswa di Bengkulu. Dalam rangka menyampaikan kritik atas kinerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Dalam waktu dekat kami akan gelar aksi serupa. Tidak menutup kemungkinan seluruh cabang HMI di Indonesia akan bergerak untuk menggelar aksi demo besar-besar,” tandas Azis. [rmol/red]

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here