Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Lambat

77

PILARBANGSA.COM, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Anarulita Muchtar mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu cukup lambat dibandingkan dengan provinsi lain. Pernyataan tersebut dilontarkan saat Tim Komisi XI DPR RI melangsungkan pertemuan dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Hari ini kami mendengarkan presentase dari BI, OJK, termasuk dari Pemprov Bengkulu, karena mereka inilah  pengendali perekonomian di seluruh daerah di Provinsi Bengkulu ini. Presentase dan masukan mereka nanti akan kita sampaikan ke Kementerian Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Komisioner OJK,” ujar Anarulita di Bengkulu, Jumat (02/2/2018).

Wanita dari Fraksi Nasdem ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Bengkulu belum maksimal. “Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu dinilai lambat, tapi pada dasarnya  sudah terlihat pertumbuhan perekonomiannya namun harus diakui kalau belum maksimal,” terangnya.

Menurut Anarulita masih lambatnya pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu disebabkan karena program yang dibuat oleh OJK dan Bank Indonesia belum menyentuh masyarakat bawah.

“Ketika saya keliling Provinsi Bengkulu, saya melihat masyarakat bawah yaitu masyarakat marginal itu masih beum terlihat pertumbuhan ekonominya. Jadi nanti kita buatkan laporan lengkap untuk kita laporkan ketiganya tadi yaitu OJK, BI dan Kementrian Keuangan,“ tutur anggota dewan dapil Bengkulu ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ia minta Bank Indonesia dan OJK untuk membuatkan program-program kegiatan hingga ke pelosok yang ada di Bengkulu agar dapat menyentuh masyarakat bawah. “Sosialisasi dan kegiatan-kegiatan yang menjadi prioritas itu akan kita terapkan hingga ke bawah. Misalnyakan program UMKM, bantuan-bantuan untuk nelayan serta petani-petani,” tutup Anarulita. (DPRRI/red)

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here