Profesor Palestina Tewas Di Malaysia, Keluarga Dan Anggota Hamas Menuduh Ulah Agen Mata-mata Israel Mossad

216

PILARBANGSA.COM – Keluarga profesor Palestina dan anggota Hamas menuduh agen mata-mata Israel Mossad pada hari Sabtu membunuhnya di jalanan Kuala Lumpur.

Polisi Malaysia mengatakan Fadi Mohammad al-Batsh, 35, tewas dalam sebuah penembakan sepeda motor saat ia berjalan kaki dalam menuju  masjid hendak sholat subuh pada hari Sabtu.
 
Dalam sebuah pernyataan dari Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, keluarganya mengatakan: “Kami menuduh Mossad berada di balik pembunuhan itu.” Gerakan Palestina Islam mengatakan Batsh, seorang ilmuwan penelitian yang mengkhususkan diri dalam masalah energi, adalah salah satu anggotanya.
 
Hamas tidak menuduh Israel membunuhnya tetapi menyebut Batsh sebagai “martir” – sebuah kata yang biasanya digunakan untuk orang yang dibunuh oleh pasukan Israel. Dihubungi oleh AFP, seorang pejabat Israel menolak berkomentar.
Kepala polisi Kuala Lumpur Datuk Seri Mazlan Lazim mengatakan salah satu dari dua tersangka pada sepeda motor bertenaga tinggi “menembakkan 10 tembakan, empat di antaranya mengenai di bagian kepala dan tubuh. Dia mati di tempat. “
 
“Polisi juga menemukan dua peluru peluru kosong di sana,” kata kepala polisi itu, menurut kantor berita ternama yang dikelola pemerintah Malaysia. Kepala polisi mengatakan bahwa rekaman dari kamera televisi sirkuit tertutup dekat tempat penembakan menunjukkan bahwa dua penyerang menunggu sekitar 20 menit di daerah itu sebelum menyerang.
 
“Kami percaya dosen adalah target mereka karena dua orang lainnya berjalan di tempat yang sebelumnya sebelum tewas. Kami akan melihat rekaman semua CCTV di daerah untuk mengidentifikasi tersangka dan mendapatkan nomor registrasi sepeda motor, ”katanya.
 
Keluarga Batsh mendesak pihak berwenang Malaysia untuk menyelidiki pembunuhannya dan “menangkap mereka yang bertanggung jawab karena membunuhnya sebelum mereka melarikan diri”. pihak keluarga juga meminta Agar jenazah korban dipulangkan ke kota asalnya, Jabalya di Jalur Gaza.

Sumber: Al Arabaiyah / red

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here