Provokator Di Medsos Harus Ditindak Tegas

297

pilarbangsa.com – Postingan (pesan) provokasi di media sosial bisa saja mengubah cara pandang orang tentang rencana demo besar-besaran organisasi masyarakat pada 4 November 2016 nanti.

“Hal ini perlu untuk menjadi perhatian, terutama para netizen pengguna aktif media sosial. Medsos sebaiknya digunakan untuk menyejukkan dan menuntun sesama pengguna, bukan untuk memanas-manasi atau menyebar berita palsu,” kata anggota DPR, Saleh Partaonan Daulay, dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (1/11).

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional ini berharap kepolisian tetap mengawasi setiap opini dan isu yang sengaja dihembuskan untuk memancing kerusuhan. Namun dalam menjalankan tugasnya itu, menurutnya kepolisian harus menjadi pengawas yang netral.

“Jika ada yang sengaja memanfaatkan medsos sebagai media provokasi, kepolisian harus segera bersikap dan bertindak tegas,” pintanya.

Ia menilai, sejauh ini rencana demo nanti hanya sebatas penyampaian aspirasi. Itu pun sangat sederhana, yakni menuntut proses hukum yang adil dan tranparan bagi pelaku yang diduga menista agama. Dan penyampaian aspirasi ini mendapat perlindungan UU.

“Karena dilindungi UU, bagi yang mau demo, jangan dilarang. Sebaliknya, mereka yang tidak mau terlibat, tidak boleh dipaksa,” tegasnya.

Saleh juga meminta masyarakat untuk proaktif mengawal aksi tersebut. Termasuk melaporkan jika ada tindakan provokatif yang dinilai dapat mengancam ketertiban dan ketentraman.

“Karena aksi ini rencananya diikuti oleh massa yang cukup besar, patut diwaspadai adanya pihak-pihak yang mencoba melakukan tindakan provokasi. Jangan sampai, penyampaian aspirasi itu, malah berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi berkaca pada demo sebelumny, demo kali ini pun akan berlangsung aman dan tertib,” tutup Wakil Ketua Komisi IX ini.[wid]

[ sumber : rmol.co]

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here