Ratusan Tahun Jadi Sentra Penghasil Durian

1124
  • PILARBANGSA.COM, Painan – LIMAU HANTU adalah kampung kecil di kec batang kapas yang di juluki Kampung Durian Kini tengah panen durian.

    Nggak Usah Ribet Cari Travel Untuk Beli Tiket pesawat. Download dan Coba Sekarang!

    Jika ingin menikmati nikmat dan lezatnya durian pesisir maka sudah tak salah lagi untuk mengunjungi daerah itu.

    Tak hanya limau hantu Bungo tanjuang dan beberapa kampung lain yang tersebar di kecamatan ini juga menjadi sentra penghasil buah durian.

    Potensi sumberdaya alam yang begitu melimpah. Seandainya di manfaatkan dan di kelola dengan baik, mungkin akan memberi nilai tambah bagi masyarakat petani durian Di kecamatan ini.

    Lokasinya terletak di Kampung Limau Hantu, Kenagarian Teratak Tempatih, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).tidak hanya menyimpan potensi buah durian saja.

    Namun juga ada potensi alam yang begitu elok dan sungai yang memiliki sumber daya air yang bisa di jadikan objek wisata arung jeram.

    Saat panen durian,seperti saat ini maka kita akan di suguhkan dengan pemandangan masyarakat yang tengah mengangkut hasil kebun duriannya, dengan mengunakan ROGAK.

    ROGAK adalah keranjang yang terbuat dari anyaman rotan. Hasil kreasi masyarakat teratak tempatih sejak lama. Kearifan yang di wariskan turun temurun dari nenek moyang,orang kampung ini.

    Durian yang berasal dari teratak temapatih ini umumnya memiliki ke khasan tersendiri
    Isi dan rasanya tidak mengecewakan. Karna masyarakat mempertahankan tradisi panen buah jatuh dari pohon.

    Di samping itu dari segi ekonomis, Harganya pun akan jauh lebih murah bila langsung menuju rumpun durian.

    Ketika lagi musim panen, dalam satu hari bisa mengeluarkan durian sebanyak 10 ribu buah. Para toke atau penadah akan ramai pula mondar- mandir untuk membeli buah buahan itu.

    Harga bervariasi, tergantung ukuran besar atau kecilnya.

    Ribuan pohon durian di Kampung Limau Hantu tersebut merupakan pohon pohon peninggalangan nenek moyang masyarakat setempat. Dengan usia yang puluhan tahun bahkan ratusan tahun hingga kini pohon durian itu masih tetap hidup subur dan berbuah. Sebab warga terus menjaga dengan segala tradisinya.

    Aidil (32) warga setempat menyebutkan hampir setiap kepala keluarga di kampung itu memiliki ladang durian.

    “Rata rata semua warga punya ladang durian disini pak. Makanya bila musim panen tiba, kami bersama-sama hidup memondok dibawah batang durian untuk menunggu buah-buahnya berjatuhan”ujarnya.

    Menyoal rasa, kata Aidil Durian limau hantu memang jauh lebih berkualitas. Apalagi dimakan pakai ketan “Mantap rasanya pak. Cobalah kicap dek apak a” ujar Aidil sambil mempersilahkan untuk menyipi durian kampungnya itu.

    Ia mengatakan harga durian yang dijual ke penadah adalah 15 ribu rupiah.

    “15 ribu itu ukurannya besar dan itu pun ketika musim langka. Tapi kalau durian banjir paling murah kami menjual harga 5 ribu per buah pak. Alhamdulilah, dengan adanya ladang durian disini kami selalu bersyukur dan semoga menjadi keberkahan tersendiri bagi masyarakat kampung ini”ucapnya.

    Saat ini,kata Aidil belum semua buah durian yang keluar dari kampung hantu tersebut. “Paling durian akan banjir sekitar satuminggu lagi”tegasnya.(RSM)

    loading...

    comments

    Loading...
  • LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here