Silokek Nasional Geopark; Antara Kebutuhan Atau Keinginan

49
Photo: Net

PILARBANGSA.COM, Sijunjung – Secara terminologi geopark merupakan kawasan warisan geologi yang mempunyai nilai ilmiah, jarang memiliki pembanding di tempat lain, serta mempunyai nilai estetika dalam berbagai skala. Nilai-nilai itu menyatu membentuk kawasan yang unik. Selain menjadi tempat kunjungan dan objek rekreasi alam-budaya, Geopark juga dimaknai sebagai kawasan konservasi dan perlindungan, di mana sebuah warisan geologi akan diturunkan kepada generasi selanjutnya (Hanang Samodra, 2012).

Beranjak dari pengertian geopark dapat kita pahami melalui arti, fungsi dan implementasinya sebagai komponen yang berkaitan dengan alam dan kehidupan di bumi. Oleh sebab itu konsep Geopark memiliki tiga pengertian dasar, yaitu : 1) merupakan kawasan yang memiliki makna sebagai suatu warisan geologi, sehingga perlu dilestarikan dan sekaligus sebagai tempat mengaplikasikan strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan yang dilakukan melalui struktur menejemen yang baik dan realistis, 2) geopark berimplementasi memberi peluang bagi penciptaan lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat dalam hal memperoleh keuntungan ekonomi secara nyata melalui kegiatan pariwisata berkelanjutan, dan 3) kerangka geopark, objek warisan geologi dan pengetahuan geologi berbagi dengan masyarakat umum. Unsur geologi dan bentang alam yang ada berhubungan dengan aspek lingkungan alam dan budaya.

Berangkat dari perspektif diatas, pengembangan kawasan Silokek sebagai geopark mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi dalam upaya mengembangkan keparawisataan di Ranah Lansek Manih dan juga dapat meningkatkan sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Sijujung pada umumnya, masyarakat Nagari Silokek, Durian Gadang dan Muaro khususnya. Menjawab isu-isu strategis tersebut, saat ini Pemerintahan Daerah Kabupaten Sijunjung sedang seriusnya mengembangkan kawasan Silokek menjadi geopark nasional sebagai perwujudan atas sasaran pembangunan nasional yang tercantum dalam RPJMN tahun 2014-2019 dan sekaligus mensinergikan program strategis UNESCO. Langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Sijunjung tersebut merupakan suatu kebijakan yang tepat dalam rangka mensikronkan program pembangunan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam UU 23/2014.

Yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah, apakah pengembangan kawasan Silokek menjadi Geopark Nasional merupakan kebutuhan daerah atau keinginan Pemerintahan Daerah Kabupaten Sijunjung?. Menjawab pertanyaan tersebut, pasti beragam jawabannya tergantung dari sudut pandang kita. Menurut hemat penulis, pengembangan kawasan Silokek adalah sebuah keharusan karena memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan, baik dari sisi geografisnya maupun dari sisi sosial budaya masyarakat disekitarnya. Disamping itu, memberikan dampak positif terhadap Kab. Kuantan Singgi, Provinsi Riau dalam mempertahankan even wisata tahunan, pacu jalur.

Namun menjadi persolan sekaran pengembangan kawasan Silokek menjadi geopark nasional belum menjadi sebuah kebutuhan daerah secara jangka panjang karena belum dicatumkan kedalam dokumen perencanaan (RPJPD dan RTRW). Oleh sebab itu, seyogianya Pemerintahan Daerah Kabupaten Sijunjung perlu melakukan perubahan dokumen perencanaan tersebut, sehingga terwujudnya pengembangan kawasan Silokek yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Perubahan terhadap RPJPD Kabupaten Sijunjung Tahun 2005-2025, jika merujuk kepada pasal 342 ayat (2) Permendagri 86/2017 menyatakan perubahan RPJPD dapat dilakukan sisa masa berlaku periode RPJPD kurang dari 7 tahun. Artinya, perubahan Perda Nomor 4 tahun 2009 tentang RPJPD Kabupaten Sijunjung Tahun 2005-2025 mutlak dilakukan paling lambat tahun 2018 ini sejalan dengan perubahan Perda RTRW. Perubahan dari dokumen perencanaan merupakan sebuah keharusan untuk memperoleh ruang fiskal pembangunan yang lebih luas, tidak hanya mengandalkan APBD setiap tahun anggaran berjalan.

Selain urgensi diatas sesuai dengan normatif, Pemerintahan Daerah Kabupaten Sijunjung diharapkan dalam merumuskan arah dan kebijakan pengembangan kawasan Silokek melalui pendekatan berbasis masyarakat, terutama yang memperoleh manfaat dan dampak dari pengembangan kawasan Silokek tersebut. Pertama, melakukan pemetaan sosial budaya masyarakat di sekitar Nagari Silokek secara komprehensif. Kedua, membangun kesadaran masyarakat agar dapat memelihara ekosistem dan hayati yang terdapat disekitar kawasan Silokek. Ketiga, memberdayakan masyarakat dalam menciptakan sapta pesona wisata. Keempat, mengelompokkan potensi ekonomi masyarakat secara parsial, sehingga terjadi persaingan ekonomi masyarakat yang sehat.

Jika langkah-langkah tersebut, dilakukan oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Sijunjung dalam mengembangkan kawasan Silokek menjadi geopark nasional sebuah KEBUTUHAN daerah dan masyarakat secara jangka panjang, bukan hanya sebatas KEINGINAN pemerintah daerah. Dengan menjadi sebuah kebutuhan, Pengembangan Kawasan Silokek dapat terwujud sesuai yang kita harapakan.

by: Herrison Harzi

loading...

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here